Angkringan Roda Sakti bukan nama sebenarnya, maksudnya sebenarnya angkringan ini tak memiliki nama, kalaupun ada biasanya diambil dari nama penjualnya, misalnya Angkringan Bagong, berarti penjualnya bernama Bagong, dsb. Dan sayangnya, saya tidak tahu siapa nama penjualnya, begitupun teman saya tak ada yang tahu siapa nama penjualnya.
Ini salah satu angkringan dari sekian banyak angkringan yang tersebar di penjuru kota Ponorogo yang buka pada hari ke-3 lebaran. Roda Sakti tak lain adalah nama sebuah dealer motor di sebelah jalan Raden Saleh. Dan angkringan ini berjualan di emperan dealer motor tersebut. Karena itu banyak yang menyebutnya angkringan Roda Sakti, termasuk saya dan teman-teman saya ketika di sms, ditanya kami sedang ngangkring dimana.
Sore kemarin, Ponorogo masih basah, seharian penuh hujan terus menerus mengguyur disetiap penjuru kota dan sekitarnya, saya memaksakan diri untuk silaturahmi ke basecamp waktu SMA, di jalan Jaksa Agung.
Beranjak malam kami, hanya bertiga (satu orang nyusul) berencana buat ngangkring biar ngobrol tambah nyaman. Setelah berkeliling dibawah hujan rintik², sekitaran pasar Legi dan Alun² tak banyak yang buka, kalaupun ada yang buka pasti ramenya naudzubillah.
Setelah berputar-putar tak tentu arah, sampailah kami di angkringan Roda Sakti tersebut dan memutuskan untuk ngangkring di sana. Semakin larut teman kami semakin banyak, hingga mentok kami yang awalnya hanya berempat jadi bertiga belas orang.
Bukan niat saya untuk curhat atau sekedar cerita remeh temeh tentang angkringan ini, walaupun ini baru kali pertama saya ngangkring di angkringan tersebut. Ada pengalaman menarik yang ingin saya sharing disini.
Cerita tentang salah satu teman saya dan obrolan kami malam itu. Sebut saja namanya Suwung (bahasa Jawa, bukan nama sebenarnya red) yang artinya kurang lebih adalah kosong, tak ada isinya, atau bisa juga sepi. Di angkringan itu sengaja saya dan dia duduk nyempil di pinggiran biar obrolan kami tidak didengar teman yang lain.
Sebelumnya saya ingin bercerita sedikit tentang Suwung ini, dia alumni Fakultas Hukum Unibraw Malang, tapi banting setir jadi seorang fotografer dan sedang mendirikan usaha foto di Ponorogo bersama kakaknya. Suwung adalah anak seorang pengusaha jasa pengiriman TKI terkenal di Ponorogo, sudah banyak orang yang berhasil di berangkatkan oleh perusahaan ayahnya keluar negeri, termasuk tetangga saya yang dikirim ke Korea Selatan.
Dia saya kenal sebagai seorang yang santai, berpikiran slow dan gak mau terlalu ngoyo. Wajar, karena dia anak seorang pengusaha jasa TKI, saya mikir kalau usahanya mandeg, dia masih bisa nerusin usaha orang tuanya. Tapi pandangan saya ternyata salah dan berubah setelah malam itu.
Entah angin apa yang merasukinya, dia cerita banyak hal tentang usaha Fotografinya yang sedang kembang kempis mendekati kolaps, tentang attitude orang Ponorogo terhadap jasa pemrotetan, tentang cita-citanya, tentang planningnya untuk memajukan Ponorogo.
Saya terbelalak, berapa kali saya hanya terdiam saat dia bercerita tentang semua pengalamannya di dunia fotografi di Malang, mulai dari pengalaman gabung komunitas yang ternyata tidak pure murni mengusung keterbukaan dalam berbagi dsb disana dia dikerjain terus oleh senior²-nya. Lalu bercerita tentang bagaimana dia menjadi freelance photographer yang hanya di gaji 50.000 sehari tanpa sedikitpun mendapatkan hasil photonya, karena semuanya diambil oleh perusahaan yang meng-hire nya, dan banyak pengalaman lain yang kebanyakan adalah cerita yang tragis.
Masih terdiam saya, ketika dia menginginkan untuk memajukan Ponorogo, kota dimana kami berdua berasal. Cita-cita yang terdengar ganjil, karena sangat jarang ada teman saya yang mau kembali ke kota aslinya apalagi berusaha memajukannya.
Kami ngobrol hingga larut malam, berbagi banyak cerita yang luar biasa, berbagi tentang hasrat, keinginan, kemauan yang luar biasa dari seorang teman yang selama ini saya anggap anak santai kayak dipantai.
Sempat terlintas di pikiran saya, kenapa dia tidak minta ayahnya untuk mengirimkan keluar negeri, tentu bukan hal yang sulit untuk ayahnya melihat perusahaan jasa TKI ayahnya yang sudah punya nama di kota kecil ini, atau melanjutkan usaha ayahnya yang sudah sukses tersebut. Tapi pertanyaan itu urung saya tanyakan, saya sudah terperangah dengan cita-citanya yang mulia, kemauannya yang sangat besar untuk memajukan kota kami tercinta ini.
Malam semakin larut, diantara teman² saya yang lain, rumah saya yang paling terpencil dan paling jauh, takut kemaleman, saya ijin pulang terlebih dulu, walaupun saya masih betah ngobrol bareng teman yang punya nama asli Dian Wahyu tersebut.
Duh, gak banyak-banyak nulis postingan, menginjak hari terakhir puasa ternyata saya puasa ini banyak gagalnya. Astagfirullahal adzim.
Entah kenapa saya merasa waktu setahun ini berjalan begitu cepat. Wush². Perasaan baru kemarin lusa lebaran eh sekarang sudah lebaran lagi.
Setahun ini saya telah melewati banyak hal, ada kalanya saya senang ada kalanya sedih dan seterusnya dan seterusnya. Dalam setahun ini saya telah bertemu dengan banyak teman baru maupun teman lama ataupun teman yang SETIA (SETiap harI bersuA), serta banyak berinteraksi dengan semuanya. Apapun dan bagaimanapun itu, saya pribadi sama sekali bukan orang yang mendekati sempurna, saya telah melakukan banyak salah, yang mungkin ada yang saya sadari, namun mungkin juga banyak yang tidak saya sadari.
Untuk kesemuanya, tak ada keindahan apapun di hari yang fitri ini kecuali keihklasan meminta dan memberi maaf. Saya dengan suka cita memberikan kemaafan kepada siapapun yang dulu mungkin pernah menyentil perasaan saya, demikian juga sebaliknya. Saya memohon untuk diberi kemaafan atas apapun yang pernah saya lakukan kepada siapapun baik itu yang tidak berkenan maupun yang menyakitkan.
Akhir kata Taqoballahu minna wa minkum, Minnal aidzin wal faidzin untuk kita semua.
Kira² pekerjaan apa yang ringan kerjanya,sedikit resikonya, gak perlu belajar tinggi², yang membuat kita dipandang sebagai seorang yang sangat ahli, gajinya gede (kalau di gaji) dan humm duduk di kursi yang empuk dan nyaman.
Dari judul postingan ini pasti akan sangat bisa tertebak. Ya, bener pisan, tak lain tak bukan pekerjaan itu adalah komentator. Dengan modal referensi yang di gugling semalam saja, kita bisa membuat sebuah analisa yang membuat kita seolah-olah seperti ahli dibidang yang kita komentatori.
Tapi memang tidak semuanya yang saya cukilkan diatas benar adanya, masih sangat banyak orang yang menjadi komentator memiliki latar kehidupan di bidang yang dia komentatori, mereka adalah orang² profesional dan komentator yang sebenarnya. Dan untuk yang satu ini, gak perlu saya sertakan karena memang niat saya adalah mengomentari komentator yang bukan ahli di bidang yang dia komentatori.
Termasuk saya, saya termasuk komentator amatir yang gak ngerti apa² tapi belagunya kayak ngerti semua.
. Dari postingan² saya sebelumnya saya sangat sering ngata-ngatain pemerintah yang ngatur Bandung, tak lain tak jauh dari masalah macet, jalan kena tabrakan meteor, dan pembangunan yang acak-adul+komeng.
Lalu, kemana lagi kalo gak mbahas kotak ajaib yang muncul gambar bergeraknya yang bernama TV. Iya, di TV ini kita akan melihat beragam orang komentator, mulai dari bidang remeh temeh sampai ke urusan yang ngurusi hajat orang banyak (bukan tukang WC ya). Dan dari TV ini juga kita akan melihat beragam komentator dari mulai yang ingusan, gadungan, bayaran sampai yang profesional.
Memang sudah kodrat manusia untuk menjadi komentator. Gak percaya? liat aja di samping anda atau di cermin anda yang terlihat gambar anda sendiri, ketika ada suatu acara atau orang atau apapun itu terus anda merasa tidak puas terus anda mengungkapkan kekesalan, protes, kemarahan atau bahkan solusi, berarti Gotcha anda sudah menjadi seorang komentator.(disadurkan dari otak saya dan penilaian saya pribadi).
Dari paragraf diatas saya ingin menunjukkan (kepada diri saya sendiri tentunya), betapa luasnya definisi kata komentator tersebut. Ibarat tubuh manusia, komentator itu punya bagian khusus seperti organ tubuh lain yang tak bisa dipisahkan. Komen itu adalah bentuk penyampaian ide, harapan, kritik, kekecewaaan, kemaraahan atau respon kita terhadapa sesuatu yang kita lihat, rasakan, atau alami.
Lalu? saya ingin persempit lagi ke kotak ajaib bernama TV lagi, dimana di setiap detiknya kita lihat entah itu di channel TV yang mana, selalu ada saja orang-orang yang boleh dikatakan sebagai komentator nampang di sana. Entah ngebahas sesuatu yang sudah basi maupun yang ter-update. Entah ngomongin yang bener² sampai ngomongin aib orang, semua mengutarakan pendapatnya.
Berawal dari getar sms disuatu siang dari sebuah nomor yang asing, yang ternyata dikirim adik sepupu saya yang masih berusia 10 tahun. Setelah basi-basa, Rara (nama sebenarnya), dia bilang ke saya kalau di sedang sibuk menggambar dan menulis.
Kalau menggambar saya tidak terlalu kaget, hasrat dia buat corat-coret kertas putih dengan beragam bentuk dan warna dari kecil memang sangat besar. Secara tak langsung, saya adalah salah satu oknum yang meracuni dia untuk senang menggambar.
Nah kalo yang kedua ini saya belum pernah dengar, dia juga menulis. Hmm. Kami terakhir ketemu sekitar 4 bulan yang lalu saat dia dan keluarganya liburan ke Bandung. Saat itu dia bilang, kalau ada kakak kelasnya di satu sekolahnya sudah menerbitkan 2 buku (Kalau gak salah).
Saat itupun saya tidak atau belum berpikir kalau hal tersebut (kakak kelasnya yang nerbitin buku red) bakal mempengaruhi anak kelas 4 SD ini untuk ikut membuat buku. Karena memang saat itu dia tidak bercerita tentang ketertarikannya dalam dunia rangkaian kata².
Lalu apa hubungannya cerita diatas dengan saya menulis (lagi)?
Seperti hukum timbal balik, dulu saya racuni dia untuk menggambar, melukis dan seterusnya, sekarang gantian dia yang meracuni saya untuk menulis (lagi). Awalnya dia cerita kalau dia mulai tertarik untuk menulis, lalu dia minta pertimbangan tentang apapun, lalu sharing banyak ide, trus terakhir² ini dia sering nanya pake ajian sakti mandraguna. “Mas koq gak nulis juga? dulu katanya suka nulis”. Beh².
Mau tak mau, mau dibilang dilihat dari kacamata manapun, malu rasanya kalo sebagai senior-nya si Rara yang penulis dan penggambar ini untuk tidak ikutan nulis.
Dari situ, lewat semedi instan, beberapa hari sebelum lebaran, saya berkosentrasi untuk mencari tema cerita sederhana untuk anak kelas 4 SD. Sangat sulit, karena saya terbiasa membaca novel dunia orang dewasa yang alurnya atau ceritanya mencla-mencle gak pake aturan, sekarang harus membuatnya kedalam bentuk yang sederhana, ringan dan tetap menarik untuk anak kecil. Akhirnya ilham itu datang lalu keluarlah sebuah ide sederhana (menurut saya) tapi ternyata tidak untuk anak kelas 4 SD ini (saya simpulkan dari komentar Rara setelah membaca cuplikan cerita saya), judulnya agak mistis “Lintang Kemukus di Pracimantoro”.
Memang masih jauh dari kata beres, dari 7 bab yang saya rencanakan, saya baru masuk ke bab ke 3.
. Masih panjang memang, tapi pelan² saya akan menyelesaikan apa yang sudah saya mulai. Dan sedikit tidak khawatir saya, karena Rara ini terus memantau saya, nanyain mulu sampai mana tulisan saya.
.
Yah, akhirnya tak ada doa yang saya panjatkan lebaran bulan ini, tanpa menyertakan doa semoga saya diberi ke istiqomah-an untuk membereskan cerita saya ini sampai ke kata yang terakhir.
note: saya bukan penulis profesional ya.
. Hanya penulis amatir dengan karya amatir yang banyak kolaps-nya saat di tengah jalan. Banyak ide minim kemauan (disadur dari www.twitter.com/aquaer0)
“The Man Who Can’t Be Moved”
Going Back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag I’m not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in my hand
Saying, “If you see this girl can you tell her where I am?”Some try to hand me money, they don’t understand
I’m not broke I’m just a broken hearted man
I know it makes no sense but what else can I do
How can I move on when I’m still in love with you’cause if one day you wake up and find that you’re missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinkin maybe you’ll come back here to the place that we’d meet
And you’ll see me waiting for you on our corner of the street
So I’m not moving, I’m not movingPoliceman says, “Son you can’t stay here”
I said, “There’s someone I’m waiting for if it’s a day, a month, a year”
Gotta stand my ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go’cause If one day you wake up and find that you’re missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you’ll come back here to the place that we’d meet
And you’ll see me waiting for you on our corner of the street
So I’m not moving, I’m not moving,
I’m not moving, I’m not movingPeople talk about the guy that’s waiting on a girl
There are no holes in his shoes but a big hole in his worldMaybe I’ll get famous as the man who can’t be moved
Maybe you wont mean to but you’ll see me on the news
And you’ll come running to the corner
’cause you’ll know it’s just for you
I’m the man who can’t be moved[Chorus 2x]
Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag I’m not gonna move
I just like this song, the lyric can explain what thing that i want to say.:)